Burhan Sholihin 
Gegap gempita itu seperti berhenti sejenak. Keriuhan penjualan iPhone 3G–yang di Inggris terjual sebanyak 13 ribu unit per detik–sedikit terganggu oleh suara-suara “minor”. “Fasilitas navigasi dan petanya bermasalah,” begitu seorang pembeli menyemburkan kekecewaannya di sebuah milis.

Apple memang melahirkan lompatan yang jauh untuk produk iPhone 3G. Dibandingkan dengan pendahulunya, ponsel terbaru ini bukan cuma berbeda dalam soal kemampuan di jaringan generasi ketiga GSM (3G) saja. Ia juga dibekali kemampuan melacak lokasi dengan bantuan satelit Global Positioning Systems (GPS). Dalam soal GPS pelacak jejak, kata seorang pengguna, “iPhone tak sebagus BlackBerry atau Motorola.”

Berita itu yang membuat dahi saya berkernyit. Yang saya pikirkan bukan iPhone-nya, tapi soal GPS yang dicangkokkan pada ponsel. “GPS di ponsel? Banyakkah kegunaannya?”
Baca selengkapnya

Wicaksono

Tak biasanya wajah Mat Bloger terlihat lesu. Duduk termangu di mejanya, matanya menatap kosong layar monitor. Karena kasihan, saya pun mendekatinya. “Sampean melamun, Mat? Ada apa?” tanya saya.

“Eh, si Mas. Iya nih, saya lagi bingung,” jawabnya.

“Kenapa?”

“Komputer saya rusak, notebook saya juga. Mungkin karena terlalu sering saya pakai, 24 jam sehari, 7 hari sepekan. Saya jadi nggak bisa ngeblog.”

“Loh, nggak usah khawatir, Mat. Kalau hanya mau ngeblog, sampean kan masih punya telepon genggam canggih. Bisa buat mengirim e-mail, kan?”

“Bisa. Lalu?” Baca selengkapnya

Bill Gates 3.0

July 11, 2008 | 11 Komentar

Angka-angka kini cuma masa lalu. Bill Gates, pendiri Microsoft, seperti melupakan kilau dolarnya. Pada 27 Juni lalu, dia resmi mundur dari perusahaan yang dibangunnya 30 tahun silam. Padahal dari Microsoft–mesin uang yang tak lagi berukuran mikro–ia mencetak kekayaannya hingga miliar dolar (Rp 533 triliun). Jumlah itu hampir separuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Indonesia.

Namun, itu adalah masa silam bagi Gates. Gates kini punya “ritual” yang lebih menantang ketimbang mengurusi kode-kode program yang bisa mengimbangi dominasi Google, MySpace, dan YouTube di ranah maya. Setidaknya, setahun sekali Bill Gates dan istrinya, Melinda, melakukan tur ke tempat-tempat kumuh di berbagai belahan dunia untuk membersihkan jiwanya. Seperti yang dia lakukan pada 6 Desember 2005. Setelah terbang dengan pesawat jet pribadi, mereka mengunjungi sebuah rumah tak berjendela di kawasan kumuh Meera Bagh di India.
Baca selengkapnya

Wicaksono

Tiada hari tanpa ngeblog bagi Mat Bloger. Dari waktu ke waktu, kawan saya yang sudah keranjingan mengelola jurnal daring pribadi itu kian tekun dan terbenam di pusaran ranah blog. Setiap kali melihat, mendengar, atau membaca sesuatu, ia pasti segera membuka laptop dan menuliskan sebuah posting. Sesekali dia memotret demi melengkapi hasil tulisannya.

“Wah, tampaknya sampean sudah menikmati blog, ya, Mat?” saya bertanya.

“He-he-he… iya, Mas. Blog itu ternyata mengasyikkan, ya. Banyak yang lucu dan unik. Tapi, kalau saya perhatikan, mayoritas blog dan blogger itu egois, ya, Mas?” kata Mat.

“Kok egois?” tanya saya keheranan.

“La iya, Mas. Para blogger itu rata-rata membuat blog sendiri. Mereka juga mengurus dan mengisinya sendiri. Itu, kan, namanya egois, Mas.” Baca selengkapnya

Wicaksono

Mat Bloger tampaknya sedang girang hati. Parasnya berseri-seri sepanjang hari. “Baru terima gaji?” tanya saya.

“Ah, nggak, Mas.” jawabnya. “Saya senang karena mulai sekarang bisa ngeblog terus di rumah sepanjang hari, sesuka hati.”

“Lho, memangnya dulu nggak bisa, Mat?”

“Bisa sih, bisa, Mas. Tapi sekarang lain.”

“Apa bedanya?” Baca selengkapnya